Unknown
Penambangan Pasir di Daerah Paseban

SEMANGAT PAGI.
            udah tahu belum ?? kalau Kabupaten Jember tercinta ini memiliki sejuta daya tarik yang memikat pengunjung dari luar daerah maupun luar kota untuk mengunjungi kabupaten Jember. Diantaranya tempat wisata. Banyak sekali tempat wisata yang ada di kabupaten Jember. Salah satunya adalah Pantai Paseban. Pantai Paseban adalah salah satu tujuan hangout di Jember. Bagi yang penasaran, bias menempuh perjalanan sepanjang 54 km arah barat laut kota Jember. Pantai paseban masuk dalam wilayah Kecamatan Kencong.
            Namun pemerintah Kabupaten Jember menerbitkan surat ijin penambangan pasir di daerah Paseban. Berita ini memberikan kabar yang buruk L
            - Meski diwarnai gelombang protes dari sejumah LSM dan warga Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, namun Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) setempat tetap ngotot akan menambang pasir besi di pantai Paseban.

Polemik pro kontra pembukaan pertambangan tambang pasir di kawasan Pantai Paseban itu, makin memanas setelah Wakil Ketua DPRD Jember, Miftahul Ulum, berkomentar jika terbengkalainya Raperda RTRW Kabupaten Jember lantaran ada tarik-menarik kepentingan soal tambang tersebut.
Secara fisik, kegiatan penambangan pasir besi di laut atau pesisir merupakan upaya teknologiyang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan material bangunan, dengan merubah suatu lingkungan bentang alam pesisir pantai dan dasar laut yang sudah pasti menimbulkan dampak negatif terhadap tipologi ekosistem eustuaria, mangrove, terumbu karang dan biodiversitas laut. Karena dampak ekologisnya sangat rawan, maka harus dilakukan kajian yang mendalam, tidak hanya pada aspek sosial ekonomi (PAD) saja, tetapi perlu dan wajib dilakukan kajian sosial ekonomi masyarakat nelayan serta kajian dari sudut ekologi yang holistik dan jujur.
Dampak penambangan pasir laut pasti menimbulkan masalah lingkungan yang jauh lebih besar dan luas dibandingkan dengan profit jangka pendek yang dihadiahkan oleh sekelompok pengusaha tambang kepada Pemkab. Tidak ada dalam catatan Fakta sejarah pertambangan membuktikan bahwa semua pengusaha tambang, tidak ada yang mau memperbaiki lingkungan -- ekosistem laut dan pesisir-- yang mereka rusak seperti mendekati kondisi semula. Artinya, reklamasi lingkungan --mekanisme RKL, RPL--, hanya ada di atas kertas, karena dalam logika pengusaha, reklamasi termasuk high-cost yang pasti menurunkan profit yang akan mereka peroleh. Jika terjadi tekanan dari masyarakat pemerhati lingkungan, maka Bupati, Gubernur dan Menteri adalah jabatan dengan harga yang sangat murah meriah dihadapan para pengusaha tambang, di manapun ia beroperasi.
Untuk itu Jagalah Linngkungan di sekeliling kita. TAKE ACTION 


            biologinote.blogspot.com
Unknown


Lagi dan (lagi) peristiwa yang sangat memilukan bangsa Indonesia terjadi kembali. Peristiwa yang sangat merugikan dan sangat mengkhawatirkan sekali. Alam yang seharusnya menjadi tempat dan alasan kita dapat hidup dengan bebas. Namun, kini ada saja hal-hal yang menyebabkan kejadian yang sangat disesalkan. Pasti ada sebab dari sebuah akibat yang terjadi. Hutan yang seharusnya menjadi habitat bagi mahkluk, kini harus musnah akibat ulah manusia tak bertanggungjawab yang rakus akan keuntungan pribadi. 
Banyak hal yang seharusnya diperhatikan dan dipertimbangkan untuk menjaga kelestarian hutan dan seisinya.

           Hutan yang notabene semua masyarakat tahu bahwa sebagai tempat habitat dari makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya. Selain itu, hutan merupakan sebagai paru-paru dunia yang menjadi sumber oksigen (O2) yang berkualitas.

            Indonesia adalah sebagai salah satu negara dengan luas hutan terbesar di dunia sangat perlu melakukan konservasi dan pengelolaan hutan untuk kelestarian dan keseimbangan ekosistem alam di bumi. Berbagai jenis hutan yang ada di Indonesia memiliki fungsi sebagai berikut.
  1. Mencegah erosi dan tanah longsor. Akar-akar pohon berfungsi sebagai pengikat butiran-butiran tanah. Dengan ada hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah tetapi jatuh ke permukaan daun atau terserap masuk ke dalam tanah.
  2. Menyimpan, mengatur, dan menjaga persediaan dan keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.
  3. Menyuburkan tanah, karena daun-daun yang gugur akan terurai menjadi tanah humus.
  4. Sebagai sumber ekonomi. Hutan dapat dimanfaatkan hasilnya sebagai bahan mentah atau bahan baku untuk industri atau bahan bangunan. Sebagai contoh, rotan, karet, getah perca yang dimanfaatkan untuk industri kerajinan dan bahan bangunan.
  5. Sebagai sumber plasma dutfah keanekaragaman ekosistem di hutan memungkinkan untuk berkembangnya keanekaragaman hayati genetika.
  6. Mengurangi polusi untuk pencemaran udara. Tumbuhan mampu menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.                                                     (source : http://www.artikellingkunganhidup.com/)
           Sungguh banyak bukan manfaat dari hutan. Namun, kini Indonesia sedang dirundung duka mendalam akibat hutan yang terbakar di Provinsi Riau. Akibatnya, hutan dan seisinya menjadi habis dan menimbulkan kabut asap yang tebal yang tentunya sangat mengganggu proses kehidupan manusia. Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran tersebut membuat kualitas udara yang semakin buruk sehingga manusia sangat sulit untuk bernafas dengan udara yang bersih dan sehat. Selain itu, kabut asap tersebut membuat aktivitas menjadi berantakan, seperti aktivitas transportasi udara (pesawat) yang ditunda. 
            Hutan merupakan paru-paru bumi yang mempunyai fungsi mengabsorsi gas Co2. Berkurangnya hutan dan meningkatnya pemakaian energi fosil (minyak, batubara dll) akan menyebabkan kenaikan gas Co2 di atmosfer yang menyelebungi bumi. Gas ini makin lama akan semakin banyak, yang akhirnya membentuk satu lapisan yang mempunyai sifat seperti kaca yang mampu meneruskan pancaran sinar matahari yang berupa energi cahaya ke permukaan bumi, tetapi tidak dapat dilewati oleh pancaran energi panas dari permukaan bumi. Akibatnya energi panas akan dipantulkan kembali kepermukaan bumi oleh lapisan Co2 tersebut, sehingga terjadi pemanasan di permukaan bumi. Inilah yang disebut efek rumah kaca. 

         Lapisan Ozon (O3) yang menyelimuti bumi berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan di bumi. Di tengah-tengah kerusakan hutan, meningkatnya zat-zat kimia di bumi akan dapat menimbulkan rusaknya lapisan ozon. Kerusakan itu akan menimbulkan lubang-lubang pada lapisan ozon yang makin lama dapat semakin bertambah besar. Melalui lubang-lubang itu sinar ultraviolet akan menembus sampai ke bumi, sehingga dapat menyebabkan kanker kulit dan kerusakan pada tanaman-tanaman di bumi.

         Hutan di Indonesia dikenal dengan keanekaragaman hayati di dalamnya. Dengan rusaknya hutan sudah pasti keanekaragaman ini tidak lagi dapat dipertahankan bahkan akan mengalami kepunahan. Dalam peringatan Hari Keragaman Hayati Sedunia dua tahun yang lalu Departemen Kehutanan mengumumkan bahwa setiap harinya Indonesia kehilangan satu species (punah) dan kehilangan hampir 70% habitat alami pada sepuluh
tahun terakhir ini.

       Sebenarnya bila pemerintah mau mengelola hutan dengan lebih baik, jujur dan adil, pendapatan dari sektor kehutanan sangat besar. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Misalnya tahun 2003 jumlah produksi kayu bulat yang legal (ada ijinnya) adalah sebesar 12 juta m3/tahun. Padahal kebutuhan konsumsi kayu keseluruhan sebanyak 98 juta m3/tahun. Data ini menunjukkan terdapat kesenjangan antara pasokan dan permintaan kayu bulat sebesar 86 juta m3. Kesenjangan teramat besar ini dipenuhi dari pencurian kayu (illegal loging). Dari praktek tersebut diperkirakan kerugian yang dialami Indonesia mencapai Rp.30 trilyun/tahun. Hal inilah yang menyebabkan pendapatan sektor kehutanan dianggap masih kecil yang akhirnya mempengaruhi pengembangan program pemerintah untuk masyarakat Indonesia.

        Dalam peristiwa banjir yang sering melanda Indonesia akhir-akhir ini, disebutkan bahwa salah satu akar penyebabnya adalah karena rusaknya hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan dan tangkapan air (catchment area). Hutan yang berfungsi untuk mengendalikan banjir di waktu musim hujan dan menjamin ketersediaan air di waktu musim kemarau, akibat kerusakan hutan makin hari makin berkurang luasnya. Tempat-tempat untuk meresapnya air hujan (infiltrasi) sangat berkurang, sehingga air hujan yang mengalir di permukaan tanah jumlahnya semakin besar dan mengerosi daerah yang dilaluinya. Limpahannya akan menuju ke tempat yang lebih rendah sehingga menyebabkan banjir.
Bencana banjir dapat akan semakin bertambah dan akan berulang apabila hutan semakin mengalami kerusakan yang parah. Tidak hanya akan menimbulkan kerugian materi, tetapi nyawa manusia akan menjadi taruhannya. Banjir di Jawatimur dan Jawa tengah adalah contoh nyata.

            biologinote.blogspot.com
Unknown


 

Pernahkan teman-teman makan bakso yang masih panas,  kemudian meniupnya ? atau pernahkah kalian minus teh anget yang masih lumayan kemudian meniupnya ? Sepertinya hal tersebut sering teman-teman lakukan dan termasuk saya juga. Nah kali ini saya akan memberikan sedikit info tentang  bahayanya meniup makanan.
Para ilmuwan  menunjukkan pada saat bernapas kita menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2). Sedangkan makanan/minuman panas akan mengeluarkan uap air (H2O). Otomatis jika kita meniup makanan/minuman panas, maka reaksi yang terjadi adalah : CO2 + H2O = H2CO3 H2CO3 merupakan Carbonic Acid (senyawa asam karbonat) yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah sendiri merupakan Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan basa kunjungsinya berupa HCO3. Singkatnya tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah.
Jika kita meniup makanan/minuman yang masih panas itu artinya kita mengkonsumsi makanan yang mengandung H2CO3 (asam karbonat) yang mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun. Keadaan ini disebut dengan istilah asidosis. Namun apabila tubuh terus-menerus mengkonsumsi H2CO3 dalam jumlah berlebihan, maka ginjal kita tidak akan mampu pun bekerja lagi sehingga akan terjadi asidosis berat. Bila hal itu terus berlanjut maka penderita akan merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, sering mual dan juga mengalami kebingungan. Bila asidosis tidak tertangani dengan baik maka tekanan darah akan menurun, shok, koma bahkan bisa menyebabkan kematian.. Selain menurut para ilmuwan, sebenarnya meniup makanan ini sudah dilarang oleh Nabi Muhammad dalam hadisnya “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya.” (HR At turmudzi). Nah, anda sudah tahu kan bahayanya meniup makanan ketika panas? Oleh karena itu, bersabarlah dalam makan makanan yang panas, biasakan tidak meniup makanan panas, tunggulah sampai dingin. Bila ada anggota keluarga atau teman anda yang sering meniup makanan, segera beri tahu mereka bahaya yang ditimbulkan dari meniup makanan agar mereka tahu dan segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Ingat , lebih baik mencegah daripada mengobati. Sehat itu sebenarnya murah, asal kita mampu menjaga tubuh kita dengan baik. Semoga bermanfaat .. :)

Unknown

Pernahkah kalian  mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah Sobat AKAR’S  berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba kalian merasa bahwa kalian sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? Itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia. Untuk lebih memahami tentang fenomena de javu ini, sebaiknya kawan-kawan simak dan pahami cuplikan bacaan di bawah ini. CHECK IT OUT…‼!

Definisi Deja Vu
Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti "telah melihat". Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876. Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.
Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal.
Recognition Memory
Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.
Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.
Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.
Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.
Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.

Teori-Teori Deja Vu
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga mendapatkan paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.

Foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.
Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.

Gangguan akses memori
        Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.
Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu "Subliminal". Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". "Sub" berarti bawah, sedangkan "Limin" berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar. Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.

Perhatian yang terpecah - teori ponsel
        Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).
Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.
        Contoh:  jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu. Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.

Memori dari sumber lain
        Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.
        Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.
        Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.

       Wow, seru banget yah kawan-kawan kalo bicara tentang alam bawah sadar kita. Hmm…kalian tahu nggak kalau  bacaan diatas dapat disimpulkan bahwa  De Javu merupakan fenomena yang luar biasa misteriusnya. Udahan dulu yah, semoga info ini memberikan manfaat bagi kawan-kawan semua. :